Janji Iman, Anggota DPRK Tolikara Karmil Kogoya Bantu 2.500 Batu Bata untuk Pembangunan Klasis Geya

Kerohanian484 Views

GEYA, TOLIKARA — Pembangunan Aula dan Kantor Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Klasis Geya Wilayah Toli di Kampung Witipur, Distrik Geya, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, terus berlanjut di tengah tingginya biaya material dan transportasi.

Dukungan terhadap pembangunan fasilitas pelayanan gereja itu datang dari berbagai pihak. Salah satunya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Tolikara, Karmil Kogoya, yang menyerahkan bantuan 2.500 batu bata merah untuk pembangunan Aula dan Kantor GIDI Klasis Geya.

Bantuan tersebut diterima langsung Ketua Panitia Pembangunan, Derwes Yikwa, bersama anggota panitia dan pengurus Klasis Geya di lokasi pembangunan di Kampung Witipur, Jumat (7/8/2026).

Batu bata tersebut didatangkan dari Wamena dengan harga sekitar Rp5.000 per buah. Material kemudian diangkut menggunakan truk menuju lokasi pembangunan di Distrik Geya.

Karmil mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmennya terhadap pembangunan fasilitas pelayanan gereja. Bantuan itu juga menjadi bagian dari janji iman yang sebelumnya telah disampaikannya kepada panitia pembangunan dan para pelayan Tuhan di Klasis Geya.

“Saya sudah berjanji dalam iman untuk menanggung batu bata merah bagi pembangunan Aula GIDI Klasis Geya. Saya berharap Allah, sumber segala berkat, terus melancarkan berkat-Nya sehingga pembangunan ini dapat segera diselesaikan,” kata Karmil.

Komitmen tersebut disampaikan Karmil dalam pertemuan bersama panitia pembangunan, kader GIDI, dan para pelayan Tuhan Klasis Geya di Gedung Gereja Nanggulime, Sabtu (18/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Karmil menyatakan kesediaannya membantu memenuhi kebutuhan batu bata merah untuk pembangunan Aula dan Kantor Klasis Geya secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan berkat yang diterimanya.

Ketua Panitia Pembangunan Kantor Klasis Geya, Derwes Yikwa, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurut dia, bantuan material dari berbagai pihak sangat berarti bagi keberlanjutan pembangunan.

“Puji syukur kepada Allah, Sang Pencipta alam semesta. Karena pertolongan-Nya, seluruh proses pembangunan ini dapat berjalan dengan baik. Kepada seluruh teman-teman kader GIDI, mari kita bersatu hati dan bersama-sama mendukung pekerjaan Allah,” ujar Derwes.

Pembangunan Aula, Kantor Klasis, dan ruang makan GIDI Klasis Geya direncanakan menggunakan konstruksi beton. Kondisi tersebut membuat kebutuhan material pembangunan cukup besar.

Sejumlah material, seperti pasir, batu, besi, batu bata merah, dan semen, harus didatangkan dari Wamena. Jarak dan kondisi geografis membuat biaya pengangkutan turut meningkatkan harga material di lokasi pembangunan.

Sementara itu, pembiayaan pembangunan masih mengandalkan swadaya jemaat GIDI Klasis Geya serta dukungan dari berbagai pihak.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Bupati Tolikara Willem Wandik juga memberikan bantuan sebesar Rp100 juta. Bantuan tersebut diserahkan saat peletakan batu pertama pembangunan Kantor Klasis Geya.

Dukungan pemerintah daerah, gereja, kader GIDI, para pelayan Tuhan, jemaat, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan fasilitas pelayanan tersebut.

Bagi panitia, pembangunan Aula dan Kantor Klasis Geya bukan semata-mata pembangunan fisik. Fasilitas itu diharapkan menjadi pusat pelayanan, administrasi gereja, sekaligus ruang bersama untuk memperkuat kehidupan iman dan persaudaraan jemaat.

Derwes mengajak seluruh kader GIDI dan para pelayan Tuhan untuk menjaga kebersamaan dalam mendukung pembangunan tersebut.

Pembangunan Klasis Geya menunjukkan bahwa pekerjaan besar dapat dimulai dari langkah sederhana. Bantuan 2.500 batu bata dari Karmil Kogoya menjadi salah satu bagian dari rangkaian dukungan yang terus mengalir untuk mewujudkan fasilitas pelayanan gereja.

Panitia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus berlanjut hingga seluruh pembangunan Aula dan Kantor GIDI Klasis Geya selesai dan dapat dimanfaatkan untuk pelayanan jemaat serta pembinaan generasi muda di wilayah tersebut. (Diskomdigi Tolikara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *