DPRK Tolikara Ajak Perkuat Persatuan dan Hadir di Tengah Masyarakat

Politik331 Views

Karubaga, MLN— Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Tolikara periode 2025–2030, Merinus Kogoya bersama empat anggota DPRK lainnya, yakni Foxi Amiyanus Treido, Alidina Erelak, Muter Weya, dan Paulus Kogoya, menggelar ibadah syukuran atas pelantikan mereka. Acara berlangsung di Gurikme, Kota Baru Karubaga, Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (20/8/2026).

Ibadah syukuran tersebut mengangkat tema, “Hendaklah sehati, sepikir, sejiwa, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan membangun Kabupaten Tolikara”, yang diambil dari Filipi 2:2b.

Dalam khotbahnya, Pdt. Noti Wonda mengingatkan pentingnya persatuan, terutama bagi para anggota DPRK yang kini mendapat mandat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Menurut dia, perbedaan pilihan politik sebelum pemilihan merupakan hal yang wajar. Namun, setelah dilantik, seluruh anggota DPRK memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun daerah.

“Firman Tuhan menghendaki agar kita menjadi satu. Sebelum pemilihan DPRK kita berbeda, tetapi sekarang kita menjadi satu untuk membangun daerah yang Tuhan tetapkan bagi kita,” kata Noti.

Ia berharap para anggota DPRK menjadikan persatuan sebagai landasan dalam menjalankan tugas serta mampu membawa perubahan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, anggota DPR Papua Pegunungan, Takinus Ricky Yikwa, mengatakan keberhasilan Merinus Kogoya dan rekan-rekannya hingga dilantik sebagai anggota DPRK tidak terlepas dari dukungan keluarga, masyarakat, dan kehendak Tuhan.

Ia juga mengingatkan anggota DPRK agar tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi hadir dan mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Sebagai wakil rakyat, pimpinan dan anggota DPRK harus selalu berada di tengah masyarakat. Kita harus melihat dan mendengar langsung keluhan masyarakat,” ujarnya.

Ricky juga mendorong DPRK Tolikara untuk memperkuat fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, termasuk mengawal kebijakan terkait dana Otonomi Khusus (Otsus) agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia meminta anggota DPRK yang baru dilantik untuk tidak membatasi diri berdasarkan daerah pemilihan. Menurut dia, seluruh anggota DPRK kini memiliki mandat untuk mewakili seluruh rakyat Tolikara.

“Mulai hari ini kalian duduk di kursi DPRK bukan hanya mewakili partai, tetapi mewakili seluruh rakyat. Susun program bersama bupati untuk membangun Tolikara dan jangan membeda-bedakan berdasarkan dapil,” kata Ricky.

Sementara itu, anggota DPRK Tolikara, Foxi Amiyanus Treido, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses hingga pelantikan.

Ia mengaku terharu karena mendapat sambutan dan dukungan dari masyarakat di Tolikara, meskipun berasal dari luar wilayah tersebut.

“Saya orang jauh, tidak membawa keluarga dan tidak membawa apa-apa. Namun, keluarga dan orang tua di sini menerima saya dengan baik dan mempersiapkan semuanya. Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Tolikara atas dukungan yang diberikan,” ujar Foxi.

Merinus Kogoya dalam sambutannya juga menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada orang tua, keluarga, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga dirinya dipercaya menjadi anggota DPRK Tolikara.

Ia menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan kemitraan dengan pemerintah daerah melalui pelaksanaan tiga fungsi utama DPRK, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

“Kita harus bersama-sama membangun Tolikara. Saya mengajak seluruh anggota DPRK agar jangan lama-lama berada di luar Karubaga. Kita sudah memiliki kabupaten dan provinsi baru. Karena itu, kita harus bekerja membangun daerah kita,” tegas Merinus.

Ricky kembali mengapresiasi perjuangan para anggota DPRK yang telah melalui berbagai tahapan sebelum dilantik, mulai dari kelengkapan administrasi hingga proses seleksi.

Menurut dia, kesetiaan dan konsistensi menjadi bagian penting dari perjalanan mereka hingga memperoleh kepercayaan sebagai wakil rakyat.

Ia pun berharap seluruh anggota DPRK dapat menjaga amanah tersebut dengan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok maupun wilayah tertentu.

Ibadah syukuran berlangsung khidmat dan diikuti keluarga, hamba Tuhan, kader, masyarakat, serta tamu undangan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tradisi bakar batu atau barapen sebagai bentuk ungkapan syukur dan kebersamaan. (DMK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *