Tokoh Agama, Adat, dan Aparat Keamanan Perkuat Perdamaian di Karubaga

Berita53 Views

KARUBAGA, MLNS— Tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, serta aparat keamanan bersama Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Toli bersinergi meredakan konflik yang terjadi di Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Senin (26/10/2026). Upaya bersama ini dilakukan untuk memulihkan situasi keamanan sekaligus mendorong masyarakat kembali hidup dalam suasana damai.

Dalam rangkaian upaya perdamaian tersebut, berbagai pihak menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah konflik meluas. Mereka juga menyampaikan ungkapan syukur di Menara Salib atas situasi yang berangsur kondusif, seraya berharap kedamaian dapat terus terpelihara di Kabupaten Tolikara.

Dukungan terhadap upaya perdamaian turut ditunjukkan melalui sumbangan sukarela masyarakat berupa bahan makanan (bama). Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak konflik, terutama mereka yang masih berada di Karubaga untuk mengikuti proses penyelesaian persoalan.

Sementara itu, perwakilan pihak korban dari Wilayah III menegaskan bahwa kedatangan mereka ke Karubaga bukan untuk mencari musuh ataupun memperpanjang perselisihan. Mereka menyatakan ingin membangun perdamaian sekaligus menemui orang tua mereka di lokasi kejadian.

“Kami datang bukan untuk melawan siapa pun, tetapi tujuan kami adalah untuk berdamai dan melihat orang tua kami di tempat kejadian,” ujar perwakilan pihak korban.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya mengedepankan dialog dan pendekatan kekeluargaan dalam menyelesaikan persoalan. Keterlibatan tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, dan aparat keamanan diharapkan dapat membuka ruang komunikasi antarpihak, sehingga kesalahpahaman tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

Di sisi lain, perwakilan pihak korban dari Wilayah III meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Tolikara dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk membantu memenuhi kebutuhan makan dan minum selama mereka berada di Karubaga. Mereka juga berharap pemerintah dapat memfasilitasi biaya transportasi agar dapat kembali ke kampung masing-masing dengan aman.

Mereka berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi warga yang terdampak konflik, termasuk kebutuhan dasar dan kepastian perjalanan pulang. Dukungan tersebut dinilai penting agar proses pemulihan berjalan baik dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas di lingkungan masing-masing.

Upaya perdamaian di Karubaga menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketenteraman merupakan tanggung jawab bersama. Dengan mengedepankan persaudaraan, menghormati adat dan nilai-nilai keagamaan, serta mengutamakan penyelesaian melalui musyawarah, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga Tolikara tetap aman dan damai. (Diskomdigi Tolikara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *