GOYAGE, MLNS — Pemerintah Kabupaten Tolikara meresmikan Puskesmas Goyage di Kampung Didelonik, Distrik Goyage, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (2/9/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah terpencil yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses.
Peresmian dilakukan Bupati Tolikara Willem Wandik melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tolikara, Yonias W. Yikwa, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Tolikara, Karmel Kogoya, SKM. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan acara syukuran yang melibatkan tenaga kesehatan dan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Tolikara meminta tenaga kesehatan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi keamanan yang menjadi perhatian di sejumlah wilayah. Yonias menyampaikan pesan Bupati agar masyarakat, tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, ASN, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan bersama-sama menjaga keamanan sehingga pelayanan publik dapat terus berjalan.

Salah satu perhatian utama dalam pelayanan kesehatan di Goyage adalah penanganan penyakit skabies. Dinas Kesehatan Tolikara menilai langkah yang dilakukan Puskesmas Goyage telah menunjukkan hasil dengan menekan kasus penyakit tersebut dan berpotensi menjadi contoh bagi puskesmas lain di Kabupaten Tolikara.
Di tengah upaya tersebut, Puskesmas Goyage juga menghadapi keterbatasan ketersediaan obat. Kepala Puskesmas Goyage, Tamu Towolom, A.Md.Kep, mengatakan jumlah obat yang diterima dari Dinas Kesehatan belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Dengan jumlah penduduk Distrik Goyage yang disebut mencapai sekitar 9.567 orang, stok obat yang diterima biasanya hanya mampu bertahan satu hingga dua minggu.
Kondisi itu mendorong pihak Puskesmas Goyage mengambil inisiatif untuk memenuhi sebagian kebutuhan obat secara mandiri. Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara meskipun pengadaan obat di luar distribusi pemerintah tersebut tidak diatur dalam mekanisme yang berlaku. Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Tolikara, Karmel Kogoya, inisiatif tersebut dinilai membantu menyelamatkan pasien dan akan menjadi bahan evaluasi serta pembahasan, termasuk dalam koordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

Obat yang diupayakan Puskesmas Goyage antara lain penisilin, Dexa ampul, TTM untuk membantu mengurangi rasa gatal, antibiotik, amoksisilin, dan parasetamol. Selain pengobatan, tenaga kesehatan juga terus melakukan pelayanan imunisasi serta edukasi kesehatan kepada masyarakat di kampung-kampung.
Towolom mengatakan pelayanan tersebut tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan. Masyarakat terus didorong menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk rajin mandi, mencuci tangan, mengonsumsi air putih, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Puskesmas juga mengingatkan pentingnya ketersediaan fasilitas sanitasi, seperti kamar mandi dan tempat buang air yang layak. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah masyarakat mudah terserang penyakit, termasuk skabies.
Sementara itu, renovasi Puskesmas Goyage menjadi perhatian tersendiri karena fasilitas tersebut disebut belum mendapatkan renovasi selama lebih dari 12 tahun. Menurut Karmel, pembangunan permanen sebelumnya telah direncanakan sebanyak dua kali, tetapi terkendala akses jalan serta sulitnya mobilisasi material dari Wamena maupun wilayah Tolikara. Karena kondisi tersebut, pembangunan dilakukan melalui renovasi berat dengan menyesuaikan kondisi dan akses transportasi.

Dalam proses renovasi, masyarakat turut berpartisipasi mengangkut material dari Kali Goyage menuju lokasi pembangunan. Keterlibatan masyarakat tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memungkinkan renovasi Puskesmas Goyage dapat diselesaikan dan diresmikan.
Pemerintah Kabupaten Tolikara masih melihat adanya sejumlah kebutuhan yang perlu dipenuhi untuk menunjang keberlangsungan pelayanan. Di antaranya rumah bagi tenaga medis dan ketersediaan alat kesehatan. Dinas Kesehatan menyatakan kebutuhan tersebut akan menjadi bahan masukan untuk diupayakan pada tahun berikutnya.
Selain peningkatan fasilitas dan obat-obatan, pemerintah juga menerima aspirasi masyarakat mengenai pembangunan tiga Puskesmas Pembantu (Pustu), yakni Pustu Warima, Tigini, dan Tinawena. Usulan tersebut akan dikaji berdasarkan lokasi dan jangkauan pelayanan agar akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dapat diperpendek.

Pemerintah Kabupaten Tolikara juga merencanakan pembangunan jalan yang menghubungkan Karubaga–Geya–Goyage–Warima hingga Nabunage pada tahun mendatang. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi keamanan di wilayah tersebut.
Dengan diresmikannya Puskesmas Goyage, pemerintah daerah berharap pelayanan kesehatan di wilayah tersebut dapat terus berjalan dan menjangkau masyarakat secara lebih optimal. Di sisi lain, pengalaman tenaga kesehatan dalam menangani keterbatasan obat dan menekan kasus skabies menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelayanan kesehatan di daerah terpencil lainnya di Kabupaten Tolikara. (Nay)








