Ketua DPRK Tolikara Mediasi Konflik di Karubaga, Serukan Warga Jaga Perdamaian

Berita, Politik38 Views

KARUBAGA, MLNS— Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Tolikara, Meinus Y. Wenda, S.IP., turun langsung ke lapangan untuk meredam ketegangan antarkelompok warga di Karubaga, Senin (26/10/2026). Bersama aparat keamanan, ia mendatangi sejumlah titik konsentrasi massa guna membuka ruang dialog dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Dalam kunjungan tersebut, Meinus bersama aparat keamanan menyambangi dua lokasi utama, yakni kawasan Giling Batu bagian bawah dan kawasan Agung Mulia di sekitar Tugu Salib. Kehadiran pimpinan daerah itu bertujuan menenangkan warga sekaligus mencegah terjadinya aksi balasan yang berpotensi memperluas konflik.

Meinus menegaskan, seluruh pihak perlu menahan diri dan mengutamakan penyelesaian melalui dialog serta musyawarah. Menurut dia, konflik yang berujung pada pertumpahan darah harus menjadi perhatian bersama agar tidak kembali terulang di tengah masyarakat Tolikara.

“Kami sebagai pimpinan daerah harus turun ke lapangan untuk melarang (aksi lanjutan), karena Tolikara ini Tanah Injil. Kemarin baru terjadi pertumpahan darah, dan itu tidak boleh terjadi lagi,” kata Meinus.

Ia memahami bahwa peristiwa tersebut menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban. Namun, ia mengingatkan bahwa rasa kehilangan dan kekecewaan tidak boleh mendorong warga melakukan serangan balasan yang justru memperpanjang penderitaan masyarakat.

Karena itu, DPRK Tolikara bersama aparat keamanan terus mengedepankan pendekatan persuasif untuk meredakan situasi dan mendorong proses mediasi antarpihak yang berselisih. Upaya ini diharapkan dapat membuka jalan bagi terciptanya kesepakatan damai sekaligus memulihkan rasa aman di tengah masyarakat.

Meinus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan yang menjadi bagian penting dari identitas Tolikara sebagai Tanah Injil. Menurut dia, keamanan dan ketertiban di Karubaga merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen semua pihak untuk menghindari kekerasan.

Pemerintah daerah, DPRK, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat diharapkan terus bersinergi agar situasi tetap kondusif serta konflik tidak berkembang menjadi pertikaian berkepanjangan. (Diskomdigi Tolikara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *