WAMENA, MLNS – Delapan buku karya Dr. Imanuel Gurik, S.E., M.Ec.Dev., diserahkan kepada Perpustakaan Arastamar Wamena sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi dan menambah sumber bacaan bagi mahasiswa serta sivitas akademika.
Buku-buku tersebut diterima Rektor Arastamar Wamena, Dr. Sensius Amon Karlau, M.Th., M.Pd.K., sebelum selanjutnya diserahkan kepada Kepala Perpustakaan Arastamar Wamena untuk didata dan dimanfaatkan sebagai bahan bacaan.
Delapan buku yang disumbangkan masing-masing berjudul Papua Bangkit, Otsus Papua untuk Siapa?, Anak Papua Bisa, Papua dan Tanggung Jawab Negara, Festival Etnik Religi (FER), Santun Papua, Papua Hari Ini, serta Papua dan Pasifik.
Dr. Sensius Karlau mengatakan, sumbangan buku tersebut menjadi tambahan koleksi yang dapat mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan wawasan mahasiswa.
“Kami menyampaikan terima kasih banyak kepada Bapak Imanuel Gurik atas sumbangan buah pikiran melalui delapan buku yang telah diserahkan. Buku-buku ini akan menjadi tambahan koleksi yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh sivitas akademika Arastamar Wamena,” ujar Sensius.
Menurutnya, keberadaan buku dengan beragam tema menjadi penting bagi perguruan tinggi. Selain pendidikan, koleksi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang penelitian dan memperluas perspektif mahasiswa mengenai berbagai persoalan Papua.
Tema yang diangkat dalam delapan buku itu mencakup pendidikan, pembangunan, Otonomi Khusus Papua, tanggung jawab negara, sosial, budaya, religi, hingga posisi Papua dalam kawasan Pasifik.
Dr. Imanuel Gurik mengatakan, penyerahan buku tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk mendukung pendidikan dan penguatan budaya literasi di Tanah Papua.

Ia menilai gagasan, pengalaman, dan pemikiran mengenai pembangunan perlu didokumentasikan melalui tulisan agar dapat dipelajari dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.
“Buku menjadi salah satu jalan untuk menyampaikan gagasan, menyimpan pengalaman, dan meneruskan pengetahuan kepada generasi muda. Saya berharap delapan buku ini dapat dibaca dan memberikan manfaat bagi mahasiswa Arastamar Wamena,” katanya.
Imanuel berharap keberadaan buku-buku tersebut dapat mendorong mahasiswa Papua untuk semakin aktif membaca, menulis, melakukan penelitian, dan menghasilkan karya yang berkaitan dengan potensi maupun persoalan di daerahnya sendiri.
Menurutnya, pembangunan Papua tidak cukup hanya ditopang pembangunan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting agar pembangunan dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dan perpustakaan dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan, karakter, serta kemampuan untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Delapan buku tersebut selanjutnya ditempatkan di Perpustakaan Arastamar Wamena sehingga dapat diakses mahasiswa dan dosen sebagai bahan pembelajaran maupun referensi.
Sumbangan itu juga diharapkan menjadi dorongan bagi lebih banyak penulis Papua untuk menghasilkan karya dan memperluas akses bacaan melalui sekolah, perguruan tinggi, serta perpustakaan di berbagai daerah.
Bagi Dr. Imanuel Gurik, buku bukan sekadar koleksi, tetapi sarana untuk menjaga gagasan dan pengetahuan agar terus diwariskan. Ia berharap karya-karya tersebut dapat menjadi bahan refleksi sekaligus inspirasi bagi mahasiswa dalam melihat masa depan Papua. (*)







