Asisten I Tolikara Dorong OPD Percepat Program dan Realisasi Anggaran 2026

TOLIKARA, MLNS – Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Tolikara, Samuel Kogoya, S.H., M.M., M.Ak., meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat pelaksanaan program kerja dan realisasi anggaran tahun 2026. Percepatan tersebut diperlukan agar kegiatan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berjalan sesuai target serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Samuel saat memimpin apel pagi bersama pimpinan OPD, aparatur sipil negara (ASN), dan pegawai di halaman Kantor Bupati Tolikara, Igari, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Jumat (9/10/2026).

Dalam arahannya, Samuel mengapresiasi para pegawai yang tetap disiplin mengikuti apel pagi dan menjalankan tugas pemerintahan. Ia meminta setiap pimpinan OPD memastikan kegiatan fisik maupun nonfisik segera dilaksanakan sesuai perencanaan, sehingga pekerjaan tidak menumpuk menjelang akhir tahun anggaran.

Menurut dia, keberhasilan program pemerintah tidak semata-mata diukur dari besarnya penyerapan anggaran, tetapi juga dari hasil dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, pimpinan OPD diminta meningkatkan pengawasan, memperkuat koordinasi, serta membangun kerja sama untuk memastikan setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Selain menyoroti pelaksanaan program pembangunan, Samuel mengingatkan ASN agar bijak menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan situasi keamanan dan kondisi masyarakat di Kabupaten Tolikara. Informasi yang beredar melalui grup WhatsApp maupun media sosial perlu diperiksa kebenarannya sebelum diteruskan agar tidak memicu kesalahpahaman atau keresahan di tengah masyarakat.

Samuel juga meminta panitia yang terlibat dalam persiapan Rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) GIDI agar segera menindaklanjuti kebutuhan kegiatan dan bekerja secara proaktif sepanjang pekan berjalan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterlibatan dalam kepanitiaan tidak boleh mengesampingkan tugas pokok sebagai ASN. Setiap pegawai tetap berkewajiban menjalankan fungsi pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pada bagian lain arahannya, Samuel kembali menekankan pentingnya disiplin, komitmen, dan tanggung jawab dalam pengabdian sebagai ASN. Ia mengingatkan seluruh pegawai untuk menaati ketentuan yang berlaku, hadir di kantor, serta melaksanakan pekerjaan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Menjadi ASN bukan sekadar pekerjaan, tetapi pilihan hidup. Karena itu, kita harus amanah dan berkomitmen dalam pengabdian. Kita harus benar-benar memahami tanggung jawab, menjaga disiplin, dan melaksanakan tugas dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pimpinan pemerintah daerah dapat mengambil langkah sesuai ketentuan apabila ditemukan pegawai yang tidak disiplin atau mengabaikan kewajibannya. Oleh sebab itu, setiap ASN diharapkan membangun kesadaran dan tanggung jawab pribadi dalam menjalankan amanah yang diberikan negara.

Samuel berharap seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tolikara terus meningkatkan kedisiplinan, menjaga semangat pengabdian, serta memperkuat kerja sama dalam mendukung program pembangunan daerah dan pelayanan publik.

Menutup arahannya, ia mengajak seluruh peserta apel kembali ke unit kerja masing-masing untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Terima kasih atas kebersamaan dan komitmen kita semua. Mari kita tetap disiplin dan setia menjalankan tugas pengabdian di daerah ini. Tuhan Yesus memberkati,” tutupnya. (Diskomdigi Tolikara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *