Pemkab Tolikara Dorong Kesadaran Masyarakat Cegah Pencemaran Lingkungan

TOLIKARA, MLNS — Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Lingkungan Hidup mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan. Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Informasi Peringatan Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan yang digelar di Aula GIDI Karubaga, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan dibuka Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., dan dihadiri para asisten sekretariat daerah, staf ahli bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan.

Dalam sambutannya, Willem menegaskan bahwa perlindungan lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurut dia, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya peduli lingkungan, mulai dari tingkat keluarga hingga pemerintahan distrik dan kampung.

“Pencegahan dan kewaspadaan sejak dini jauh lebih penting daripada melakukan penanganan setelah dampak yang ditimbulkan semakin luas,” kata Willem.

Ia juga mengingatkan agar pembangunan di Tolikara tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Pemanfaatan sumber daya alam, kata dia, harus dilakukan secara bijaksana agar pembangunan saat ini tidak menimbulkan persoalan bagi generasi mendatang.

Bupati Willem Wandik berharap informasi mengenai potensi pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat diteruskan hingga ke tingkat distrik dan kampung. Masyarakat juga diminta aktif melaporkan apabila menemukan indikasi pencemaran maupun kerusakan lingkungan di wilayah masing-masing.

Kepala Bidang Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tolikara, Judius Wunungga, S.P., mengatakan sosialisasi tersebut menjadi langkah awal untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Menurut Judius, upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan masyarakat, bukan hanya mengandalkan pemerintah.

“Kami akan melanjutkan sosialisasi ke sejumlah distrik dan kampung. Kami membutuhkan dukungan kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Edukasi, lanjut dia, akan dilakukan melalui berbagai saluran, baik sosialisasi langsung maupun media informasi seperti media sosial, brosur, dan papan informasi.

Dalam kegiatan tersebut, Zulfikar Mardiyadi, S.Hut., M.Si., dari Universitas Papua (UNIPA) turut memberikan materi mengenai deforestasi, degradasi hutan, serta emisi karbon dioksida (CO₂) di Kabupaten Tolikara dan Papua Pegunungan.

Zulfikar menekankan pentingnya membangun kesadaran menjaga lingkungan dari lingkup paling dekat, yakni keluarga. Persoalan sampah dan kebersihan lingkungan, menurut dia, tidak dapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat.

Perwakilan Taman Nasional Lorentz Papua Pegunungan juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan memulai dari wilayah tempat tinggal masing-masing.

Kegiatan ditutup Asisten I Setda Kabupaten Tolikara, Samuel Kogoya, S.H., M.M., M.Ak. Ia menekankan agar sosialisasi tersebut tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi diterjemahkan dalam tindakan nyata.

“Jangan hanya sebatas sosialisasi, tetapi lakukan tindakan nyata mulai dari kita sendiri,” kata Samuel.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Tolikara berharap kesadaran dan kolaborasi masyarakat semakin kuat dalam menjaga hutan, tanah, sumber air, serta lingkungan secara keseluruhan. Upaya itu diharapkan menjadi bagian dari pembangunan Tolikara yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Diskomdigi Tolikara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *