28 Mahasiswa IT Del Magang Enam Bulan, Pemkab Tolikara Dorong Transformasi Digital dan Penguatan SDM

KARUBAGA, MLN— Pemerintah Kabupaten Tolikara menerima 28 mahasiswa Institut Teknologi Del (IT Del) yang akan menjalani program magang selama enam bulan di sejumlah perangkat daerah dan sekolah di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.

Penerimaan mahasiswa berlangsung di Aula SD Negeri Karubaga, Rabu (19/8/2026). Mereka diterima Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda, S.H., M.Si., didampingi Asisten II Setda Tolikara Dr. Imanuel Gurik, S.E., M.Ec.Dev., Kepala Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Oktovianus Yeimo, S.E., serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa berkesempatan memaparkan sejumlah aplikasi yang telah mereka kembangkan selama menempuh pendidikan di IT Del. Presentasi dilakukan dalam bahasa Inggris, sekaligus menunjukkan kemampuan akademik dan profesional yang mereka peroleh selama menjalani pendidikan.

Wakil Bupati Yotam Wonda menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Menurut dia, program magang tidak hanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga ruang untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari sekaligus membantu pemerintah daerah.

“Kami berharap selama melaksanakan magang, mereka dapat memberikan kontribusi ilmu yang diperoleh selama kuliah dan membagikannya kepada OPD maupun sekolah-sekolah yang nantinya menjadi tempat mereka mengabdi,” ujar Yotam.

Ia mengatakan program pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Angkatan pertama dan kedua telah menyelesaikan pendidikan, sementara angkatan ketiga kini menjalani masa magang sebelum menyelesaikan studi mereka.

Yotam Wonda juga menilai latar belakang mahasiswa di bidang teknologi informasi sejalan dengan kebutuhan pemerintahan yang semakin bergantung pada sistem digital.

“Karena mereka memiliki latar belakang IT, ini sangat sesuai dengan kebutuhan pemerintahan saat ini yang hampir seluruh sistemnya berbasis teknologi informasi,” katanya.

Menurut dia, pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi telah menjadi perhatian pemerintah sejak periode sebelumnya dan akan terus dilanjutkan pada masa pemerintahan Bupati Willem Wandik dan Wakil Bupati Yotam Wonda.

Asisten II Setda Tolikara Imanuel Gurik mengatakan kedatangan para mahasiswa menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah karena putra-putri Tolikara yang sebelumnya menempuh pendidikan di luar daerah kini kembali untuk menerapkan pengetahuan mereka.

“Pemerintah daerah merasa bangga karena anak-anak kita telah didorong untuk menempuh pendidikan di luar daerah dan hari ini mereka kembali untuk menerapkan ilmu yang diperoleh,” ujar Imanuel.

Ia mengatakan program tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tolikara, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui target mencetak 1.000 sarjana strata satu, 100 lulusan strata dua, dan 50 doktor.

Imanuel berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan masa magang untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, terutama dalam bidang teknologi informasi, administrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Kabupaten Tolikara Oktovianus Yeimo menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program pendidikan yang telah mendorong putra-putri daerah menempuh pendidikan tinggi, termasuk di bidang teknologi informasi.

“Kami sangat senang dan bangga karena program pemerintah yang mendorong anak-anak Tolikara untuk belajar di bidang IT kini mulai memberikan hasil. Anak-anak yang beberapa tahun lalu diberangkatkan untuk kuliah, hari ini sudah kembali untuk melaksanakan magang di daerah,” katanya.

Oktovianus mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong anak-anak Tolikara menempuh pendidikan tinggi sesuai kebutuhan pembangunan. Pengembangan pendidikan, kata dia, tidak hanya diarahkan pada bidang teknologi informasi, tetapi juga berbagai disiplin ilmu lainnya.

Ia berpesan agar para mahasiswa memanfaatkan enam bulan masa magang untuk belajar, beradaptasi dengan lingkungan kerja, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Selamat datang kembali di kampung kalian sendiri. Manfaatkan kesempatan magang selama enam bulan ini dengan baik. Kembangkan ilmu yang sudah diperoleh, kemudian kembali ke kampus untuk menyelesaikan studi. Setelah tamat, kami berharap kalian kembali ke Tolikara dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” ujar Oktovianus.

Selama program berlangsung, 28 mahasiswa tersebut akan ditempatkan di sejumlah organisasi perangkat daerah sesuai bidang pendidikan dan kompetensi masing-masing. Mereka diharapkan dapat membantu memperkuat pemanfaatan teknologi, berbagi pengetahuan, sekaligus memperoleh pengalaman langsung mengenai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah.

Bagi mahasiswa, program tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat kondisi masyarakat Tolikara dan menguji penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam situasi kerja nyata.

Pemerintah Kabupaten Tolikara berharap program magang tersebut tidak berhenti sebagai bagian dari kewajiban akademik, tetapi menjadi jembatan bagi lahirnya sumber daya manusia muda yang kelak kembali ke daerah dan mengambil bagian dalam pembangunan Tolikara. [Diskomdigi Tolikara]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed