Perjuangan 19 Tahun Berbuah Hasil, Gedung Gereja GIDI Nazareth dan Tiga Rumah Pastori Diresmikan di Bewani

WANIA, MLNS– Jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Nazareth, Dewan Bilu, Bakal Calon Klasis Bilu, Klasis Bogoga, Wilayah Bogo, menggelar peresmian gedung gereja dan tiga unit rumah pastori di Desa Wania, Distrik Bewani, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Peresmian ini menjadi puncak dari perjuangan panjang jemaat selama 19 tahun dalam mewujudkan pembangunan sarana peribadatan dan pelayanan gereja.

Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Distrik Bokondini, Rafles Wunungga, S.Hut. Sementara itu, pembukaan pintu gedung gereja dilakukan oleh Ketua Klasis Bogoga, Wilayah Bogo, Pdt. Yeku Weya, S.Th., sebagai tanda dimulainya pemanfaatan gedung tersebut untuk kegiatan peribadatan dan pelayanan jemaat.

Dalam laporan panitia, Ketua Panitia Ibentri Pagawak, S.IP., menjelaskan bahwa pembangunan gedung gereja dan tiga rumah pastori merupakan hasil perjuangan yang dimulai sejak 2007 dan baru dapat diselesaikan pada 2026. Selama kurun waktu tersebut, kepanitiaan mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan. Panitia pertama dipimpin almarhum Anokh Weya. Setelah beliau meninggal dunia, kepemimpinan dilanjutkan oleh Yunus Weya. Namun, setelah Yunus Weya juga meninggal dunia, kepanitiaan kembali dibentuk dan dipercayakan kepada Ibentri Pagawak hingga pembangunan dapat dituntaskan.

Dari sisi pembiayaan, Ibentri menyampaikan bahwa dana awal yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp875.000. Seiring berjalannya proses pembangunan, dukungan dana dari berbagai pihak terus bertambah hingga mencapai total Rp1,85 miliar. Capaian tersebut mencerminkan keterlibatan dan komitmen jemaat serta seluruh pihak yang turut mengambil bagian dalam mewujudkan pembangunan fasilitas gereja.

Rangkaian peresmian dilanjutkan dengan ibadah syukuran yang dipimpin oleh Pdt. Yohanes Weya, S.Th., M.Th. Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaat meninggalkan kebiasaan lama yang tidak berkenan kepada Tuhan dan membangun kehidupan yang semakin dekat dengan-Nya. Ia juga mengingatkan bahwa tubuh manusia merupakan bait Allah sehingga setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehidupan, sikap, dan perilaku agar senantiasa selaras dengan kehendak Tuhan.

Peresmian gedung gereja dan tiga rumah pastori tersebut tidak hanya menandai selesainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi momentum ungkapan syukur atas ketekunan jemaat dan panitia yang mempertahankan perjuangan selama hampir dua dekade. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang pelayanan gereja, pembinaan iman, serta mempererat persekutuan jemaat GIDI di lingkungan Wilayah Bogo. (Diskomdigi Tolikara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *