Dr. Imanuel Gurik Serahkan Empat Buku Karyanya kepada Pelajar Kanggime, Dorong Generasi Papua Gemar Membaca dan Menulis

Tokoh, Pendidikan304 Views

JAYAPURA – Tokoh intelektual Papua, Dr. Imanuel Gurik, S.E., M.Ec.Dev., menyerahkan empat buku karyanya kepada Ikatan Mahasiswa Pelajar Distrik Kanggime dan Aweku (IMPD-KAWE) dalam kegiatan yang berlangsung di Gereja GIDI Efata, Sentani, pukul 04.00 WIT. Kegiatan tersebut dihadiri anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Pegunungan serta mahasiswa dan pelajar asal Kanggime dan Aweku yang sedang menempuh pendidikan di Kota Studi Jayapura.

Penyerahan buku ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan literasi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) orang asli Papua (OAP), khususnya di kalangan generasi muda. Tidak sekadar menyerahkan bahan bacaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi antara penulis dan peserta untuk membahas gagasan, pengalaman, serta pesan pembangunan yang terkandung dalam buku-buku tersebut.

Dari sepuluh buku yang telah ditulisnya, Imanuel Gurik memilih empat judul untuk diserahkan kepada IMPD-KAWE, yakni Otsus Papua untuk Siapa?, Anak Papua Bisa, Papua Bangkit, dan Papua Hari Ini. Keempat buku itu dinilai relevan bagi pelajar dan mahasiswa karena mengangkat persoalan Papua, pengembangan potensi generasi muda, serta arah pembangunan daerah.

Dalam diskusi bersama para pelajar dan mahasiswa, Imanuel Gurik menjelaskan bahwa keempat buku tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain. Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk membaca seluruh buku tersebut agar memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai berbagai persoalan dan peluang pembangunan di Papua.

“Keempat buku ini saling berhubungan. Karena itu, saya sangat menyarankan agar pelajar dan mahasiswa membacanya secara keseluruhan sehingga dapat memahami gagasan yang disampaikan secara utuh,” ujar Imanuel Gurik.

Ia menjelaskan, buku-buku tersebut lahir dari hasil analisis dan pengalaman penulis dalam melihat berbagai persoalan di Papua. Selain menguraikan kondisi yang dihadapi masyarakat, karya-karya itu juga memuat pemikiran dan tawaran solusi yang diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda dalam mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Menurut Imanuel Gurik, pemahaman yang baik terhadap kebijakan pembangunan, termasuk Otonomi Khusus (Otsus) Papua, penting agar manfaat kebijakan tersebut dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Ia berharap generasi muda Papua mampu mengembangkan kapasitas diri, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi dalam mewujudkan tujuan pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

“Buku merupakan jendela ilmu. Peningkatan kualitas SDM orang asli Papua harus dimulai dengan membangun budaya literasi melalui bacaan-bacaan yang bermanfaat,” katanya.

Imanuel Gurik juga berpesan agar para pelajar dan mahasiswa memanfaatkan kesempatan memperoleh pendidikan, termasuk dukungan beasiswa dari pemerintah, untuk melanjutkan studi hingga jenjang tertinggi. Menurut dia, kesempatan pendidikan harus diiringi dengan kesungguhan belajar, pengembangan kemampuan, dan keberanian untuk menghasilkan karya.

“Kalian harus lebih dari saya. Kalau bisa, raih gelar sampai profesor. Kalian harus melewati saya, dan semakin banyak anak Papua yang menulis buku,” ujar Imanuel Gurik, memotivasi para peserta diskusi.

Ia menegaskan, masa depan Papua tidak hanya bergantung pada potensi dan sumber daya yang dimiliki saat ini, tetapi juga pada tindakan nyata yang dilakukan generasi sekarang untuk mempersiapkan masa depan. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam pertemuan bersama para pelajar dan mahasiswa.

“Masa depan Papua tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita miliki hari ini, tapi apa yang kita lakukan mulai hari ini,” katanya.

Ketua IMPD-KAWE, Semuen Wakur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Imanuel kepada mahasiswa dan pelajar asal Kanggime dan Aweku. Ia menilai penyerahan buku tersebut merupakan bentuk kepedulian seorang intelektual Papua terhadap peningkatan pengetahuan dan kualitas generasi muda.

Menurut Semuen Wakur, sosok Dr. Imanuel Gurik dapat menjadi teladan bagi pelajar dan mahasiswa bahwa anak Papua memiliki kemampuan untuk berkembang, menempuh pendidikan tinggi, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dr. Imanuel Gurik, salah satu putra terbaik Papua dan tokoh intelektual yang dapat menjadi motivasi serta teladan bagi kami. Beliau telah memberikan buku bacaan yang bermanfaat, hasil karya anak Papua sendiri. Kami berharap ke depan dapat mengikuti jejak beliau dan turut menulis buku,” kata Ketua IMPD-KAWE.

Kegiatan diakhiri dengan seremoni penyerahan empat buku kepada Ketua IMPD-KAWE. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tumbuh kebiasaan membaca, diskusi, dan menulis di kalangan mahasiswa serta pelajar Papua, sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan karya untuk kemajuan masyarakat Papua. (sKdR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *