Bantuan Beras Pemkab Tolikara Meningkat, Warga Poganeri Terima hingga Lima Sak per Keluarga

POGANERI, MLNS— Pemerintah Kabupaten Tolikara kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Penyaluran bantuan yang dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tolikara mulai berlangsung pada Jumat (21/8/2026). Beras didistribusikan ke sejumlah distrik untuk selanjutnya diterima kepala distrik bersama para kepala kampung sebelum disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Di Distrik Poganeri, peningkatan jumlah bantuan mendapat apresiasi dari masyarakat. Kepala Distrik Poganeri Wogonius Kogoya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., dan Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda, SH., M.Si., atas perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan pangan masyarakat.

Menurut Wogonius, jumlah beras yang diterima masyarakat dalam penyaluran kali ini meningkat dibandingkan distribusi sebelumnya. Jika sebelumnya setiap keluarga memperoleh satu sak beras, kini bantuan yang diterima dapat mencapai lima sak untuk satu keluarga.

“Masyarakat menerima beras bantuan lima sak untuk satu keluarga. Ini lebih banyak dibandingkan sebelumnya yang hanya satu sak. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Tolikara atas perhatian kepada masyarakat,” ujar Wogonius.

Ia menilai peningkatan bantuan tersebut memberikan manfaat langsung bagi keluarga, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman Papua Pegunungan, yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Selain bantuan pangan, Pemerintah Kabupaten Tolikara juga memberikan dukungan melalui program bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu.

Pada awal 2026, bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu di Distrik Poganeri disebut mencapai lebih dari Rp100 juta. Bantuan tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat penerima, dengan setiap keluarga memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta.

Wogonius mengatakan bantuan pemerintah tidak semata-mata bernilai materi. Menurut dia, kehadiran pemerintah melalui program sosial menjadi bentuk perhatian terhadap masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga.

Ia berharap pola pelayanan sosial tersebut dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. Penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan merata, kata dia, akan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga.

Wogonius juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah kabupaten, distrik, pemerintah kampung, dan masyarakat. Dengan koordinasi yang baik, setiap program bantuan diharapkan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Penyaluran bantuan beras tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan kehadiran pemerintah dapat dirasakan secara langsung hingga tingkat distrik dan kampung. (Diskomdigi Tolikara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *